Date:

Share:

Kemuliaan Bulan Ramadhan

Related Articles

Kuliah Shubuh pada hari Senin, 10 Ramadhan 1443 H/11 April 2022 di Masjid Jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor diisi oleh Al-Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo. S.Ag. Pada kuliah pagi ini, beliau menyampaikan beberapa hadits yang berkenaan tentang kemuliaan bulan Ramadhan.

Di awal kuliah, sebelum memulai materinya, beliau mengajak para santri yang bermukim untuk selalu bersyukur, karena telah sampai pada hari kesepuluh dalam bulan Ramadhan ini. Jika dalam bulan puasa Ramadhan ini tujuannya adalah untuk mencapai tingkatan takwa, maka adanya kuliah shubuh ini adalah sebagai kesempatan yang langka untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan kuliah shubuh ini, ilmu dan pemahaman para santri akan meningkat setiap harinya.

Setiap kesempatan merupakan percepatan untuk sampai kepada tujuan…

Dikutip dari Kuliah Shubuh di Masjid Jami’ PMDG yang disampaikan oleh Al-Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo.

Hadits yang pertama beliau sampaikan, dikutip dari HR Muslim no. 1079 dari kitab Shahih Muslim, yaitu:

Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata: “Jika datang bulan Ramadhan pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu” (HR. Muslim no. 1079)

Kenapa pintu-pintu surga akan dibuka? Karena di bulan ini, umat islam meningkatkan ibadahnya; bertambah kualitasnya dan bertambah kuantitasnya. Beliau mencontohkan, yang biasanya seorang muslim mendirikan shalat sunnah dengan membaca ayat-ayat yang pendek, ia akan membaca ayat-ayat yang lebih panjang, yang biasanya ia shalat sunnah Dhuha 2 rakaat, ia akan menambahnya menjadi 4 atau 6 rakaat, dst. Sehingga hal ini juga yang menyebabkan ditutupnya pintu Neraka dan setan-setan seakan dibelenggu.

Kemudian, hadits yang kedua, diriwayatkan dari Imam Bukhari dalam kitab Shahih Bukhari hadits no. 1894, yaitu:

Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata: “Puasa itu adalah perisai” (HR. Bukhari no. 1894)

Perisai di sini, maksudnya adalah pelindung. Berangkat dari hadits tersebut, dapat diperoleh penjelasan bahwa puasa ini berfungsi untuk melindungi seseorang dari hawa nafsunya. Hal ini akan menjadikan orang tersebut mengurangi hingga menghindari dari segala perbuatan yang mengarah pada kemaksiatan terhadap Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh beliau.

Sebagai penutup, di akhir kuliah, beliau mengajak para santri untuk memanfaatkan bulan Ramadhan ini berikut kemuliaan-kemuliaannya, sebagai bekal nantinya dalam menghadapi masa yang akan datang. Dengan menyebut nama Allah Ta’ala (Bismillah) kita memulai segala perbuatan kita. Dan kata-kata “Bismillah” ini harus kita resapi, dengan apa? Dengan terus mengerjakan kebaikan dan menghindari keburukan terutama setelah mengetahui kemuliaan-kemuliaan yang ada di bulan suci Ramadhan ini. Abdurrahman

Disarikan dari Kuliah Shubuh yang diisi oleh Al-Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag. di Masjid Jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor

 

Related Articles:

Mudaarasatu-l-Quran; Bagian dari Ibadah

Ramadhan; Momentum Peningkatan Diri

Dimensi Ketakwaan dan Pemanfaatannya di Bulan Ramadhan

Popular Articles