Date:

Share:

Santri; Pemuda Masa Kini, Tokoh Besar di Masa yang Akan Datang

Related Articles

Kuliah Shubuh di Masjid Jami’ PMDG pada hari Selasa, 4 Ramadhan 1443/5 April 2022 disampaikan oleh Al-Ustadz Dr. K.H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A.. Beliau mengungkapkan rasa cintanya yang sangat mendalam kepada para santri, bahwa meskipun mereka tertatih dalam menimba pendidikan di pondok ini, namun semua itu demi kebaikan mereka nanti ketika sudah berada di masyarakat dan akan membawa perubahan bagi lingkungan sekitarnya.

 

Di awal kuliah, beliau menerangkan bahwa para santri yang sekarang masih merupakan pemuda, ketika sudah dewasa nanti akan menjadi ‘singa jantan’ yang siap mengabdi kepada masyarakat. Julukan tersebut tidak semata-mata disebutkan tanpa alasan, melainkan datang dari beberapa tamu yang dahulu pernah berkunjung. Di antaranya adalah K.H. Wahid Hasyim, yang merupakan sahabat karib dari salah satu Trimurti pendiri pondok, K.H. Imam Zarkasyi.

 

Berangkat dari penjelasan tersebut, beliau melanjutkan bahwa sebagai seorang pemuda yang akan menjadi tokoh di masyarakat nantinya, maka harus mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin dan memiliki bekal sebanyak-banyaknya. Apapun pekerjaan yang akan dilakukan, semua itu haruslah berorientasi kepada akhirat dan diniatkan ikhlas lillahi ta’ala. Ketika seorang hamba mampu mendasarkan setiap perbuatannya dengan keikhlasan, maka yang demikian akan dihitung sebagai ibadah dan mendapatkan pahala dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Sebab ibadah itu tidak hanya terbatas pada amalan-amalan dan ritual tertentu saja, melainkan semua perbuatan kita yang didasari dengan niat yang ikhlas.

 

Poin tersebut senada dengan salah satu nilai pondok yang dikutip dari perkataan K.H. Imam Zarkasyi, yang kemudian dijelaskan oleh Ustadz Hidayatullah. “Kalau kamu menuju yang jauh, maka yang dekat akan terlampaui. Kalau menuju Jakarta, Madiun Ngawi akan terlewati. Maka kalau menuju akhirat, dunia juga akan kamu raih,” jelas beliau di depan para santri.

 

Namun, mempertahankan diri untuk istiqomah dalam niat lillah tentunya tidak mudah. Ketika orientasi kita tertuju kepada akhirat, selalu ada banyak godaan yang menghalangi. Dan godaan tersebut seringkali datang dari setan, karena itulah beliau juga menekankan tentang pentingnya berwaspada terhadap godaan apapun yang mampu merusak pahala dari amalan-amalan yang dikerjakan setiap hari. Memaksa diri untuk bersabar, tabah, serta menguatkan diri. Tidak lupa, beliau juga mencontohkan teladan dari para nabi dan rasul yang menghadapi berbagai masalah di dalam hidup dengan beberapa amalan, seperti berdzikir dan membaca doa-doa.zahrulmuhsinin

 

Disarikan dari Kuliah Shubuh yang diisi oleh Al-Ustadz Dr. K.H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A. di Masjid Jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor

 

Related Articles:

Bulan Ramadhan, Momentum Pembersihan Diri dari Penyakit Hati

Dengan Ilmu Al-Qur’an dan Ilmu Sains, Santri Saintis Siap Membangun Peradaban Islam

Kembali Melanjutkan Belajar, Santri Luar Negeri Tiba di Tanah Air

Popular Articles