Date:

Share:

Shalat Idul Adha Di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo

Related Articles

Gontor – Kumandang takbir menggema sejak sabtu malam setelah Maghrib (10/08/19) di Pondok Modern Darussalam Gontor dan itu terus berlanjut hingga pagi harinya Ahad (11/08/19). Persiapan bagian Pengasuhan Santripun tak kalah sibuknya mulai mensterilkan lokasi shalat ‘id di depan Masjid Jami’ Gontor, membersihkan area, menyiapkan karpet untuk peserta shalat ‘id dan lain sebagainya. Jama’ah putra dipersiapkan di area depan masjid memanjang ke timur meliputi area lapangan bola volly dan sepak takraw sedangkan untuk jama’ah putri shalat ‘id dipersiapkan di dalam Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM).

Jama’ah para santri sejak pagi hari pukul 05.30 Wib berbondong mulai mengisi shaf yang telah di sediakan tepat di area lapangan bola volly yang diisi terlebih dahulu oleh santri kelas 6 pada 10 shaf awwal dan selanjutnya diisi secara acak oleh rayon-rayon kamar yang ada di PMDG. Sementata Khatib Idul Adha kali ini adalah ustadz Hanif Hafidz, S.Ag, dan KH. Hasan Abdullah Sahal sebagai imam.

Beberapa pesan yang disampaikan oleh khatib dalam khutbahnya:

“Idul Adha merupakan hari yang sangat istimewa dan berbeda dengan hari lainnya, dalam Idul Adha bagian dari sejarah dalam Islam, terdapat unsur pengurbahan, pengabdian, penyempurnaan dalam Islam. Dan Haji merupakan bagian dari sejarah amaliyah Nabi Ibrahim”.

Iapun berpesan bahwa, “Dalam ibadah haji juga melambangkan kesamaan menjadi hamba Allah, semua jama’ah menggunakan pakaian ihram yang sama putih, melakukan amaliyah haji dengan serentak dan seragam menandakan semua makhkuk hidup yang di ciptakan Allah adalah sama tidak ada kategori ras atau golongan level tertentu”.

Ia juga berpesan bahwa Idul Adha terdapat pesan pengorbanan & juga ketaatan, “Pengorbanan seorang Ibrahim yang telah lama tidak mendapatkan keturunan hingga ia mendapatkan keturunan seorang anak bernama Ismail, hingga ia telah sampai dewasa Ibrahim mendapatkan pesan agar menyembelih putranya sendiri yang mulai beranjak dewasa, pesan Allahpun disampaikan kepada putranya (Ismail), ‘wahai anakku, aku mendapat perintah dari Allah untuk menyembelihmu’, jawaban Ismail sangatlah mengejutkan karena jawaban tersebut bernilai ketaatan seorang Ismail kepada Ayahnya dan juga Allah yang telah memerintahkan kepada Ayahnya untuk menyembelihnya, ‘Wahai Ayah lakukanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu, maka engkau akan mendapatiku termasuk sebagai orang-orang yang Sabar”.

Pesan diatas telah Allah gambarkan dengan sekenario yang sangat indah dan telah diabadikan dalam Al-Qur’an surat As-Shafaat ayat 99-111.

“Dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Rabbku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?” Ia menjawab: “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya, (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami memanggilnya: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.” Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.” (QS. Ash-Shaaffaat: 99-111).

Pengorbanan dan ketabahan Ibrahim juga ketaatan seorang Ismail berbuah manis, ternyata Allah mengganti sembelihan Ibrahim dengan seekor domba yang sehat dan besar, dan hingga saat ini apa yang silakukan oleh Ibrahim di teladani oleh ummat Islam di dunia.

Popular Articles