Date:

Share:

Rapat Pleno Wantim MUI ke-33 : Indonesia Harus Tetap Tenang dan Berhati-hati Dalam Menanggapi Isu Adanya Penindasan terhadap Etnis Muslim Uighur di Xinjiang, China

Related Articles

Jakarta–Rabu siang (26/12), Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) K.H. Hasan Abdullah Sahal kembali hadiri pertemuan Rapat Pleno Wantim MUI yang bertempat di Kantor MUI, Jakarta Pusat. Rapat kali ini adalah Rapat Pleno yang ke-33. Membahas tentang Muhasabah Kehidupan Umat pada Akhir Tahun Miladiyah.

Ketua Wantim MUI, Prof. Dr. Din Syamsudin, M.A. yang berkesempatan hadir pada rapat ini menghadirkan Abdurrahman Muhammad Fakhir, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Indonesia dan Direktur Jendral Menteri Luar Negeri (Dirjen Menlu) untuk memberikan keterangan serta informasi terkait konflik yang terjadi di Negara China, yang mengakibatkan penindasan terhadap etnis muslim Uighur.

“Dalam setiap menanggapi isu-isu yang terjadi, kami selalu berhati-hati dan memperhatikannya dari semua aspek. Dalam hal ini kami sudah memanggil langsung Duta Besar RRT (Republik Rakyat Tiongkok) untuk memberikan keterangan atas apa yang terjadi di Xinjiang dengan etnik Uighur. Sesuai dengan amanah konsistusi, ketika amanah konsistusi mengatakan ikut menciptakan ketertiban dunia, kita selalu memposisikan diri sebagai solusi, bukan problem. Lalu bagaimana sikap kita? Tentu kita mesti tidak gegabah, hati-hati dalam menyikapinya, pendekatan di belakang layar justru lebih efektif daripada dengan hubungan diplomasi.” Ujar Abdurrahman Fakhir, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia saat rapat.

Sampai saat ini, Menlu sudah memanggil Dubes RRT, dan akan dilanjutkan dengan mengadakan dialog bersama pemerintahan RRT untuk menyampaikan pemahaman tentang hubungan harmonis umat beragama. Yang dalam hal ini mereka masih kesulitan untuk menerapkannya.

Wantim MUI Menyampaikan Hasil Rapat kepada Wartawan saat Jumpa Pers.
Wantim MUI Menyampaikan Hasil Rapat kepada Wartawan saat Jumpa Pers.

“Dewan Pertimbangan MUI memperihatinkan perkembangan yang terjadi di Provinsi Xinjiang, Republik Rakyat Tiongkok yang didiami oleh entik Uighur dan mayoritas muslim disana. Berdasarkan informasi yang dapat dipercaya dari berbagai kalangan termasuk lembaga-lembaga internasional memang terjadi pelanggaran hak asasi manusia yang berat disana. Memang masalah ini menurut saya complex complicated harus disikapi secara pas, tentu mengkombinasikan antara keyakinan kita tentang kebenaran dan aspek yang bersifat tactis strategis. Ujar Ketua Wantim MUI, Prof. Dr. Din Syamsudin, M.A.

K.H. Hasan Abdullah Sahal dalam rapat juga menyampaikan pendapatnya tentang kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan bagaimana sikap yang tepat dalam menghadapi situasi seperti saat ini. Dimana berita-berita yang dikabarkan oleh media sulit dipercaya, karena yang disampaikan adalah berita yang tidak sesuai dengan fakta dan data. Di akhir beliau berpesan agar berita-berita yang beredar di media masa ini dipublikasikan dengan jelas dan benar. Kemudian rapat ditutup dan diakhiri dengan jumpa pers. rukh

Popular Articles