Date:

Share:

Peringati 51 Tahun Pascapersemar, Gontor Hadirkan Kiai Masykur Abdul Mu’id

Related Articles

GONTOR–Tepat 51 tahun yang lalu, pada tanggal 19 Maret 1967, telah terjadi peristiwa yang sangat memalukan dan memilukan bagi ummat Islam. Peristiwa itu dikenal dengan Peristiwa Sembilan Belas Maret (Persemar). Peristiwa dalam bentuk protes dan demonstrasi, yang dilakukan sekelompok ustadz dan santri terhadap Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bertujuan menurunkan secara paksa Trimurti dari kedudukannya sebagai Pimpinan PMDG dan mengambil alih kekuasaan beliau.

Para santri yang posisinya adalah sebagai pendatang, justru malah mengusir kiainya. Ibarat tamu yang mengusir pemilik rumah dari tempat tinggalnya. Tindakan hina dan tercela ini berujung pengusiran terhadap sejumlah ustad yang mendalanginya dan seluruh santri yang ada pada saat itu, yang jumlahnya telah mencapai 1.500 santri.

Senin, (19/3) Peringatan Persemar diadakan di Balai Pendidikan Pondok Modern (BPPM) diikuti dan dihadiri Pimpinan Pondok K.H. Hasan Abdullah Sahal, K.H. Syamsul Hadi Abdan, dan K.H. Abdullah Syukri Zarkasyih, serta seluruh santri dan asatidz PMDG beserta para istri.

KH Masykur Abdul Mu'id.JPG (5)Salah seorang saksi hidup persemar yang diundang kali ini adalah K.H. Masykur Abdul Mu’id, “Jadi kalau saya dipanggil oleh Gontor kapanpun saya harus datang, saya harus sami’na wa atha’na dan tidak akan banyak berkomenatar”. Ujar beliau dalam sambutannya. Pasca Persemar, seluruh santri dipulangkan dari Pondok kepada orang tuanya, dan tidak boleh kembali ke Pondok kecuali mereka yang mendapat surat panggilan dari Pimpinan Pondok. Kiai Masykur merupakan salah satu santri yang dipanggil kembali ke Pondok dan bisa kembali belajar serta menempuh pendidikan di PMDG hingga tamat. Dan sekarang beliau menjadi salah satu tokoh besar di masyarakat dan menjadi Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember.

Selain Kiai Masykur ada beberapa tokoh saksi hidup persemar lainnya yang ikut hadir, yaitu: K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, Al-Ustadz Abdullah Rofi’i, Al-Ustadz H. Syarif Abadi, dan Al-Ustadz H. Muhammad Sutikno, BA.

Setelah diadakannya peringatan di PMDG Kampus Pusat, Pimpinan Pondok mengutus beberapa guru senior yang menjadi saksi hidup peristiwa bersejarah itu untuk mengisi acara peringatan Persemar di kampus-kampus PMDG dalam dan luar pulau Jawa. Muis

Popular Articles