Date:

Share:

Majalah Himmah Gelar Lomba Tulis-menulis

Related Articles

DARUSSALAM—Majalah Himmah, majalah yang dikelola mahasiswa Institut Studi Islam Darussalam (ISID) ini, telah menyelenggarakan lomba tulis-menulis untuk seluruh santri se-Darussalam. Para pemenangnya telah ditetapkan dan diumumkan Sabtu (23/1) ini. Menurut Ustadz Zaid Al-Amin, staf Majalah Himmah, lomba ini bertujuan meningkatkan kreatifitas dan imajinasi santri sekaligus memeriahkan Tahun Baru Islam di Darussalam. “Karena itulah, tema yang kami angkat berkenaan dengan kedatangan Tahun Baru Islam,” jelasnya kepada Gontor Online, Jum’at (22/1) malam, di kantornya.



Sebenarnya, lomba tulis-menulis ini telah dibuka tepat pada awal bulan Muharram 1431, Jum’at (18/12) silam dan pendaftaran peserta lomba ditutup dua hari kemudian, Ahad (20/12) lalu. Menurut Ustadz Zaid, proses penyeleksian hasil karya tulis 57 peserta lomba yang terdaftar memakan waktu cukup lama, sehingga para pemenangnya baru bisa diumumkan sebulan kemudian. Ustadz yang berasal dari Kalimantan ini menerangkan, lomba tulis-menulis yang diselenggarakan Majalah Himmah kali ini terbagi menjadi empat jenis lomba. Keempat jenis lomba itu adalah lomba menulis puisi, lomba menulis artikel, lomba menulis resensi dan lomba menulis cerpen.

Peserta yang mengikuti lomba menulis puisi mencapai 17 siswa. Ustadz Zaid menjelaskan, dengan tema Tahun Baru Islam, setiap peserta dituntut untuk memperhatikan pilihan kata yang tepat atau diksi dalam puisi yang ditulisnya. Di samping itu, pesan moral yang disampaikan lewat puisi tersebut juga harus jelas dan tepat sehingga puisi yang ditulisnya bukan hanya sekedar kata-kata yang tiada bermakna. Ejaan dan tanda baca pun tidak kalah pentingnya karena dapat mempengaruhi makna yang dikandung sebuah puisi. Dengan puisi berjudul “Perjalanan Suci”, Restu Himawan S. berhasil menyisihkan peserta 16 peserta lainnya sebagai juara pertama. Juara kedua dan ketiga berturut-turut diraih Arief dan Dzaki Buchori dengan puisi mereka masing-masing yang berjudul “Tahun Baru Hijriah” dan “Optimis di Tahun Baru Hijriah”.

Adapun jumlah peserta yang berpartisipasi dalam lomba menulis artikel tergolong paling sedikit, hanya berjumlah sebanyak enam siswa. Dalam lomba yang satu ini, Rifqy Zaidan menulis artikel berjudul “Momen untuk Berbenah Diri” yang dipilih sebagai pemenangnya. Sedangkan artikel berjudul “Terhimpit Realita” yang ditulis Taufiqi Billah menempati tempat kedua disusul Yuangga Kurnia Yahya sebagai juara ketiga dengan artikelnya yang berjudul “Salah Kaprah”. Ketiga artikel itu terpilih dengan menimbang berbagai aspek penilaian meliputi gaya bahasa atau gaya menulis yang digunakan, kesesuaian dengan tema dan kreatifitas ide dari penulis.

Sedangkan lomba menulis cerpen lebih banyak peminatnya dengan jumlah peserta 21 siswa. Adapun kriteria penilaiannya tidak jauh berbeda dengan puisi, yakni meliputi pemilihan diksi, pesan moral yang terkandung di dalam cerpen ditambah alur cerpen. Di samping itu, ejaan dan tanda baca pun perlu diperhatikan setiap penulis. Lomba ini dimenangkan Aji Gema Permana dengan cerpen berjudul “Menunggu 1 Muharram”. Pemenang kedua dengan judul “Tahun Baru yang Panas” berhasil direbut M. Fiqh Kholidi. Sedangkan juara ketiga dimenangkan Ontowiryo dengan cerpennya yang berjudul “Namanya Mak’e”.

Lomba menulis resensi dimenangkan Ridwan Akbar sebagai juara pertama, Abdullah E. sebagai juara kedua dan Indra P. meraih juara ketiga. Mereka menyisihkan 10 peserta lainnya pada lomba yang sama. Kecerdasan setiap peserta dalam memilih judul buku untuk diresensi ditambah kepandaian mendeskripsikan buku tersebut mendapatkan penilaian dari dewan juri selain gaya tulisan dan ejaan yang dipakai beserta tanda bacanya.

Lomba tulis-menulis ini merupakan ide cemerlang dari Ustadz Muhammad Taufiq Affandi, S.H.I., Dewan Redaksi Majalah Himmah. Dengan usul ini, Ustadz Zaid mengungkapkan, Majalah Himmah benar-benar mampu berperan dalam meningkatkan kreatifitas santri di dunia tulis-menulis. “Kumpulan puisi dan tulisan-tulisan lainnya mungkin akan kita muat di Majalah Himmah atau Buletin Pusaka,” katanya di akhir wawancara.   
 
 

Popular Articles