Date:

Share:

Kiai Hasan: Pemilu Adalah Amanat Kepimimpinan Umat!

Related Articles

JAKARTA – Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) K.H. Hasan Abdullah Sahal kembali menghadiri Sidang Pleno ke-35, Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada  Rabu (13/2). Dalam pertemuan kali ini, Kiai Hasan ditunjuk sebagai pimpinan sidang, menggantikan Ketua Wantim MUI Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A. yang berhalangan hadir.

Dalam sidang ini, Kiai Hasan mengatakan tidak menggunakan hak pilih atau menjadi golongan putih (golput) dalam pemilu tidak dibenarkan. Ia menilai golput tidak menghasilkan apa-apa kecuali penyesalan. “Kepimpinan tidak bisa ditinggalkan, makanya jangan golput. Golput artinya cuek, tidak dibenarkan apatis,” kata Kiai Hasan di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Rabu (13/2).

Kiai Hasan mengatakan praktik golput tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali penyesalan dan kekecewaan, karenanya dia mengajak seluruh masyarakat, khususnya umat Islam, untuk menggunakan hak pilih saat Pemilu 2019.

Menurut Kiai Hasan pemilu bukan sekadar pesta demokrasi, tetapi perhelatan amanat kepimimpinan umat.
“Jangan sampai kita golput karena rugi dan merugikan. Semua agar ikut berpartisipasi,” katanya.
Dia juga mengajak seluruh warga bersikap dewasa dan tidak mudah terprovokasi dalam menghadapi perbedaan pilihan dalam Pemilu. “Kita melihat Pemilu jangan berpikir hanya untuk lima tahun ke depan. Identitas bangsa dan kebangsaan, keumatan, kenegaraan untuk selamanya, sehingga Indonesia merdeka dan martabat,” jelasnya. Rakafadel

Popular Articles