Gontor Sedang Hamil Tua Reviewed by Momizat on . Hamil tua.... istilah inilah yang pernah digunakan pimpinan pondok untuk menjelaskan kondisi Gontor seperti saat ini. Hal ini merujuk pada datangnya masa yudisi Hamil tua.... istilah inilah yang pernah digunakan pimpinan pondok untuk menjelaskan kondisi Gontor seperti saat ini. Hal ini merujuk pada datangnya masa yudisi Rating:
You Are Here: Home » Catatan » Gontor Sedang Hamil Tua

Gontor Sedang Hamil Tua

gontor hamil tuaHamil tua…. istilah inilah yang pernah digunakan pimpinan pondok untuk menjelaskan kondisi Gontor seperti saat ini. Hal ini merujuk pada datangnya masa yudisium siswa kelas akhir KMI, yaitu pada Senin, 30 Juli 2012, kemudian dilanjutkan dengan yudisium sarjana strata 1 ISID Gontor yang akan dilaksanakan beberapa hari berikutnya.

Setelah menempuh masa pendidikan selama rata-rata 4-6 tahun, sebanyak 1.133 siswa akhir KMI saat ini sedang harap-harap cemas menunggu datangnya hari bersejarah itu (yudisium). Namun mereka sudah siap lahir batin untuk menerima dengan legowo apapun keputusan pimpinan pondok terkait dengan yudisium tersebut. Sebagai catatan, sebagian mereka akan ditugaskan untuk mengabdi di Gontor 1, Gontor cabang, pondok alumni, melanjutkan kuliah di Institut Studi Islam Darussalam (ISID), meneruskan studi di Pusat Latihan Manajemen dan Pengembangan Masyarakat (PLMPM), ada juga yang dibebaskan untuk memilih tempat pengabdian, dan bahkan juga ada yang harus mengikuti program takmili (semacam program remidial teaching) selama 3 bulan di Gontor 2. Semua siswa akhir KMI sudah sangat siap untuk menerimanya. Tidak ada ekspresi berlebihan mensikapinya, semuanya berada dalam semangat ibadah thalabu al-’ilm.

Sementara itu, para guru sarjana S1 juga menunggu saat-saat mendebarkan itu (yudisium). Berbeda dengan siswa akhir KMI, guru sarjana tersebut telah mengenyam pendidikan di Gontor lebih lama. Mereka rata-rata sudah belajar di Gontor selama 10 tahun. Sebagaimana siswa akhir KMI, mereka juga akan ditugaskan di berbagai tempat. Ada yang diharuskan mengabdi di Gontor cabang, Gontor putri, pondok alumni, dan ada juga yang meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Namun yang penting untuk dicatat, mereka insya Allah akan selalu menjaga nama baik Gontor karena telah mengenyam pendidikan di Gontor, makan dan minum dari tanah Gontor, besar di rahim Gontor, sehingga nilai, jiwa, falsafah hidup, dan sistem Gontor akan terus mengalir di dalam darah mereka. Mereka akan terus berjuang membawa peradaban Gontor. Semoga……..  AbuNuya