UIM Gelar Daurah dan Muqabalah di Gontor Reviewed by Momizat on . GONTOR — Untuk kesekian kalinya, Universitas Islam Madinah (UIM) membuka peluang sebesar-besarnya bagi para pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi di salah s GONTOR — Untuk kesekian kalinya, Universitas Islam Madinah (UIM) membuka peluang sebesar-besarnya bagi para pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi di salah s Rating:
You Are Here: Home » Berita » UIM Gelar Daurah dan Muqabalah di Gontor

UIM Gelar Daurah dan Muqabalah di Gontor

"daurah dan muqabalah madinah"GONTOR — Untuk kesekian kalinya, Universitas Islam Madinah (UIM) membuka peluang sebesar-besarnya bagi para pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi di salah satu universitas Islam terkenal di Madinah Al-Munawwarah ini. Setelah sukses menggelar acara daurah dan muqabalah pada tahun sebelumnya, kali ini, UIM kembali mengadakan acara serupa di pondok pesantren, tepatnya di Pondok Modern Darussalam Gontor. Sebagai pesantren tuan rumah yang kembali mendapatkan kepercayaan penuh dari UIM sebagai panitia pelaksana, Gontor telah mempersiapkan segala sesuatu berkaitan dengan penyelenggaraan acara yang dijadwalkan berlangsung sekitar dua minggu, Rabu — Selasa, 13 — 26 Juli 2011.

Selain diadakan di Pondok Modern Darussalam Gontor, untuk menampung minat para peserta yang terus bertambah setiap tahun, pada waktu bersamaan, pihak UIM juga menunjuk Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta dan UIN Makassar sebagai tempat penyelenggaraan acara yang bertajuk “Ad-Daurah At-Tadiribiyah li Mu’allimi Al-Lughah Al-‘Arabiyah wa Ast-Tsaqafah Al-Islamiyah” ini. Diperkirakan, peserta daurah dan muqabalah tahun ini melebihi jumlah yang ada pada tahun sebelumnya karena semakin meningkatnya jumlah mahasiswa Indonesia yang diterima di UIM setiap tahun. Hal ini menandakan bahwa UIM telah melirik dengan lebih serius potensi generasi muda Islam Indonesia yang akan menjadi ulama-ulama handal di masa depan.

Sementara itu, peserta daurah di Gontor terbatas bagi mereka yang hanya mendapatkan undangan dari panitia. Tahun ini, jumlah peserta daurah di Gontor dibatasi sekitar 200 orang saja. Sedangkan peserta muqabalah dapat diterima dengan memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. shah wa

KRITERIA PESERTA DAURAH

  1. Menguasai bahasa Arab secara aktif (lisan dan tulisan).
  2. Guru pada lembaga pendidikan yang bersangkutan.
  3. Usia 18 – 30 tahun.
  4. Biaya transportasi ditanggung oleh masing-masing peserta.
  5. Memenuhi persyaratan sebagai berikut:
    • Membawa tugas dari lembaga pendidikan yang bersangkutan.
    • Mengisi formulir kesediaan dan mengirimkannya kembali kepada panitia selambat-lambatnya tanggal 9 Juli 2011.
    • Lulusan MA/SLTA atau yang sederajat.
    • Maksimal 5 orang peserta dari setiap lembaga pendidikan.

PERSYARATAN MUQABALAH

Persyaratan Umum:

  1. Beragama Islam dan berkelakuan baik.
  2. Komitmen menaati aturan UIM.
  3. Sehat jasmani.
  4. Lulus ujian atau muqabalah yang dilakukan pihak UIM.
  5. Memiliki ijazah dari sekolah negeri atau swasta yang mendapat akreditasi (mu’adalah) dari UIM. Berarti, ijazah dari sekolah negeri di Indonesia tidak perlu akreditasi.
  6. Siap belajar sepenuhnya.
  7. Memenuhi setiap persyaratan yang mungkin ditentukan UIM saat mengajukan permohonan beasiswa.
  8. Mendaftar secara online serta mengirimkan persyaratan yang diperlukan melalui website resmi Universitas Islam Madinah (www.iu.edu.sa)
  9. Membawa nomor pendaftaran yang didapatkan setelah mendaftar secara online ketika Muqobalah.

Persyaratan masuk program S1:

  1. Memiliki ijazah SMA atau sederajat.
  2. Hafalan Al-Qur’an minimal 3 Juz.
  3. Predikat ijazah minimal jayyid jiddan (baik sekali)/rata-rata minimal 7,7.
  4. Usia ijazah tidak lebih dari 5 tahun.
  5. Tidak pernah drop out (DO) dari universitas lain karena sebab akademis atau hukuman.
  6. Usia pemohon beasiswa tidak lebih dari 25 tahun.
  7. Peminat Fakultas Quran harus memiliki hafalan 30 juz.

Berkas yang diperlukan (dikirimkan melalui website UIM):

  1. Ijazah.
  2. Daftar nilai ijazah/rapor tahun terakhir.
  3. Syahadah husni sirah wa suluk (surat keterangan berkelakuan baik), diutamakan dari sekolah asal/ SKCK dari kepolisian.
  4. Akta Kelahiran.
  5. Surat Keterangan Sehat dari penyakit menular dari dokter.
  6. Pasfoto ukuran 4 x 6 sebanyak 6 lembar.
  7. Tazkiyah (rekomendasi) dari 1 lembaga keislaman di negara asal, atau dari 2 tokoh agama yang dikenal, berisi keterangan komitmen menjalankan kewajiban agama dan berpegang kepada adab-adab Islam.