Kader Gontor Berpartisipasi dalam Program IVLP di Amerika Serikat Reviewed by Momizat on . Pemerintah Amerika Serikat lewat Konsulat Jenderal-nya di surabaya Mr. Marc Murry mengundang pengasuh Pondok Pesantren Modern Ittihadul Ummah Gontor 13, Al-Usta Pemerintah Amerika Serikat lewat Konsulat Jenderal-nya di surabaya Mr. Marc Murry mengundang pengasuh Pondok Pesantren Modern Ittihadul Ummah Gontor 13, Al-Usta Rating:
You Are Here: Home » Berita » Kader Gontor Berpartisipasi dalam Program IVLP di Amerika Serikat

Kader Gontor Berpartisipasi dalam Program IVLP di Amerika Serikat

Pemerintah Amerika Serikat lewat Konsulat Jenderal-nya di surabaya Mr. Marc Murry mengundang pengasuh Pondok Pesantren Modern Ittihadul Ummah Gontor 13, Al-Ustadz Cecep Sobar Rochmat, S.Th.I. untuk berpartisipasi dalam program International Visitor Leadership Program (IVLP), yang berlangsung selama 21 hari, 25 April — 21 Mei 2012. Acara ini bertujuan agar para pemimpin berpotensi di Indonesia bisa mengetahui dan memahami realita kehidupan sosial di Amerika, sistem pemerintahannya, lembaga-lembaga pendidikan negeri maupun swasta; termasuk lembaga pendidikan Islam dan dipertemukan dengan para tokoh-tokoh masyarakat, agama, aktivis dan politisi. Peserta yang diundang berjumlah delapan orang. Selain utusan dari Pondok Pesantren Modern Gontor, rombongan terdiri dari para pimpinan pesantren, ketua-ketua organisasi kemasyarakatan, ketua gerakan pemuda, dan para dosen beberapa Universitas Islam Negeri di Indonesia. Agenda dilaksanakan di tujuh kota negara bagian, bermula dari bagian paling timur Amerika dan berakhir di bagian paling baratnya, yaitu mulai dari kota Washington DC, Baltimore (Maryland), New York City (New York), Hartford (Connecticut), Charlotte (North Carolina), Tulsa (Oklahoma), dan Seattle (Washington).

Saat dikonfirmasi Gontor Online mengenai kunjungan lengkapnya ke Amerika, Al-Ustadz Cecep Sobar Rochmat bercerita panjang lebar. Kota pertama yang dikunjunginya bersama rombongan adalah pusat pemerintahan federal, Washington DC. Rombongan menginap di Churchill Hotel, agenda pertama adalah city tour ke White House, Capitol (Senators and Representatif House), Korean War Memmorial, Vietnam War Memmorial, Abraham Lincoln Memmorial, dan Marthin Luther King Memmorial. Kemudian dilanjutkan dengan pertemuan di Meridian House Library untuk mengikuti acara briefing tentang Federalisme oleh Mr. Akram R. Elias Ph.D. Sedangkan pada hari berikutnya diadakan pertemuan dengan direktur Pew Research Center’s Forum on Religion and Public Life, Dr. Luis E. Lugo. Setelah itu, para peserta bertemu dengan Dr. Scott Flipse di United States Commission on International Religious Freedom. Pertemuan dilanjutkan dengan Interfaith Conference of Metropolitan Washington. Lalu para peserta diajak berkunjung ke White House Office of Faith-Based and Neighborhood Partnerships, United States Departement of Justice, yang diakhiri dengan pertemuan di United States Departement of State.

Berikutnya, Baltimore (Maryland) adalah kota kedua yang disambangi para peserta untuk bertemu dengan seorang tokoh Islam asal Syiria, Imam Basyar Arafat, Ph.D. Setelah itu rombongan mengunjungi Islamic Center of Maryland, Maryland Muslim Community (MMC) Hospital, Lembaga Pendidikan Islam, dan Masjid MMC. Di tempat ini, mereka diajak berdiskusi tentang komunitas muslim di Amerika yang berkembang sangat pesat setelah peristiwa 9/11 serta tentang sistem dan kurikulum pendidikan Islam di Amerika.

City tour dilanjutkan ke New York, kota terpadat di Amerika yang meliputi daerah Time Square, Broadway, Manhattan, Bronx, United Nation (UN) Building, China Town, Wall Street, Liberty Statue dan Ground Zero WTC. Di kota ini, pertemuan kembali digelar dengan The Foundation for Ethnic Understanding dan seorang tokoh muslim asal Indonesia sekaligus penasehat kepolisian NYPD yaitu Imam Shamsi Ali, Ph.D. di Permanent Mission of Indonesia to United Nation. Kemudian para peserta melaksanakan shalat Jum’at di Masjid Islamic Cultural Center of New York, di dekat Ground Zero (WTC). Selanjutnya, para rombongan bertemu dengan Dr Jake Scobey di Human Right Watch (HRW), yang diteruskan dengan The Interdependence Project (IDP) di U.S. Departement of State New York Program Branch. Terakhir, mereka diajak berdiskusi di Interfaith Center of New York.

Hartford Seminary adalah tempat selanjutnya yang dikunjungi di Connecticut. Perjalanan berlanjut ke Kota Charlot (North Carolina), salah satu kota yang terkenal dengan balapan NASCAR. Lalu peserta berkunjung ke University of North Carolina Charlote (UNCC). Di kota ini, rombongan mengadakan pertemuan dan berdiskusi dengan Mr Abdul Jebbar Lamti, Ph.D., seorang aktivis dan ahli pendidikan Islam di Charlote Islamic Academy, yang diteruskan dengan mengunjungi Mecklenburg Ministries and Charlote Mecklenburg School (CMS) Diversity Office, Family and Community Services, Parent University, Crisis Assistance Ministry, Unitarian Universalist Church of Charlote, dan Community Relations Committee of Mecklenburg County Dispute Resolution Services. Kemudian mengikuti kegiatan home stay di salah satu keluarga penduduk Amerika. Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan menjadi relawan di sebuah acara weekend untuk anak-anak, yang bertajuk A Children’s World of Play di Imagination Library.

Acara berlanjut di Kota Tulsa (Oklahoma), kota yang relatif lebih sepi daripada kota-kota lainnya, di sana rombongan bertemu dan berdiskusi dengan Executive Director of Tulsa Metropolitan Ministry, Dr. Ray Hickman. Lalu peserta melanjutkan kunjungan ke University of Tulsa (Allen Chapman Activity Center), membicarakan isu-isu seputar perpolitikan di Amerika yang semakin hangat menyongsong pemilihan presiden. Selanjutnya bertemu dengan Professor John Imbler di Philips Theological Seminary. Malam harinya, para peserta menerima undangan dinner di sebuah rumah penduduk dalam acara Home Hospitality.

Pada hari berikutnya, rombongan berkunjung ke Islamic Society of Tulsa and Peace Academy, berdiskusi tentang kurikulum dan sistem pendidikan, khususnya lembaga pendidikan swasta di Amerika dengan seorang cendikiawan muslimah bernama Mrs. Cynthia Siddiqui, Ph.D., yang sekaligus menjabat sebagai kepala sekolahnya. Acara dilanjutkan dengan mengunjungi Sheriff of Tulsa Police Departement, kedua pihak mengadakan pembicaraan seputar suksesnya pengungkapan kejadian penembakan lima orang Afrika-Amerika secara acak dalam waktu lima jam oleh dua orang kulit putih pada bulan Maret lalu.

Akhirnya, agenda yang padat selama di Amerika berujung di Kota Seattle (Washington) bagian utara Amerika yang cenderung lebih dingin daripada bagian selatannya. Agenda pertama adalah berkunjung ke Sakya Monastry dan bertemu dengan Venerable Tulku Yeshi, Resident Lama, kemudian dijamu oleh Dr. Douglas Underwood, Professor of Communication di Communications Building, University of Washington-Seattle, berkeliling Campus, dan berdiskusi tentang kurikulum, sistem pendidikan; terutama pendidikan perguruan tinggi negeri di Amerika. Pertemuan selanjutnya diadakan di The Islamic School of Seattle dengan Mrs. Ann El-Moslimany, Ph.D., founding director/high school director di sekolah tersebut. Diskusi hangat pun berlangsung tentang sistem pengajaran yang diterapkan yang disebut sistem Montesory. Hari berikutnya digelarlah jamuan jamuan makan siang di Seattle First Baptist Church. Agenda pun berakhir dengan kunjungan ke Seattle Aquarium, Olimpic Sculpture Park, dan Seattle Art Museum.