Idul Adha di Gontor, Ratusan Kambing dan Puluhan Sapi untuk Kurban Reviewed by Momizat on . GONTOR — Pada Idul Adha tahun ini, Pondok Modern Darussalam Gontor menyembelih hewan kurban sebanyak 470 ekor kambing dan 23 ekor sapi. Dari sekian hewan GONTOR — Pada Idul Adha tahun ini, Pondok Modern Darussalam Gontor menyembelih hewan kurban sebanyak 470 ekor kambing dan 23 ekor sapi. Dari sekian hewan Rating:
You Are Here: Home » Berita » Idul Adha di Gontor, Ratusan Kambing dan Puluhan Sapi untuk Kurban

Idul Adha di Gontor, Ratusan Kambing dan Puluhan Sapi untuk Kurban

GONTOR — Pada Idul Adha tahun ini, Pondok Modern Darussalam Gontor menyembelih hewan kurban sebanyak 470 ekor kambing dan 23 ekor sapi. Dari sekian hewan kurban tersebut, Foundation Moslems Singapore Association (FMSA) menyumbangkan 177 ekor kambing. Selain dari FMSA, sebanyak 47 ekor kambing dan dua ekor sapi merupakan hasil sumbangsih dari Pak Ghazali, salah seorang alumni Gontor yang berdomisili di Singapura. Adapun sisa hewan kurban lainnya berasal dari sumbangan pribadi sebagian santri, organisasi di pondok dan beberapa instansi pondok.

Hewan kurban yang berjumlah ratusan ekor tersebut disembelih secara bergiliran selama empat hari berturut-turut semenjak Hari Raya Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah 1431 yang jatuh pada tanggal 16 November 2010 lalu hingga hari tasyriq terakhir tanggal 13 Dzulhijjah 1431. Adapun dagingnya dibagi-bagikan kepada masyarakat sekitar yang berhak mendapatkannya. Penyembelihan sejumlah hewan kurban di atas berlokasi di sekitar Gedung Yaqdzoh. Sebelum penyembelihan dimulai, Pimpinan Pondok, KH. Hasan Abdullah Sahal memberikan pengarahan kepada para santri dan dewan guru tentang tata cara menyembelih hewan kurban yang benar. Setelah itu, beliau berkenan menyembelih hewan kurban pertama berupa sapi hasil sumbangan Bagian Administrasi Pondok Modern.

Sapi atau kambing yang sudah disembelih ditangani bagian pengulitan yang terdiri dari para dewan guru dan siswa kelas 5 dan 6 KMI untuk dikuliti. Bukan hanya penyembelihan dan pengulitan, proses pemotongan hingga distribusi daging ke tempat-tempat yang ditentukan pun dilakukan para guru dan santri. Sementara itu, data yang kurang valid sempat menjadi kendala pada waktu penyembelihan karena setiap kambing atau sapi yang disembelih harus sesuai dengan data yang masuk, sedangkan data yang ada pada waktu itu kurang sesuai. Namun, dengan kecermatan panitia, hal dapat diatasi dengan segera. “Untunglah kami segera mengecek data dan mencocokkannya terus, dan akhirnya bisa divalidkan,” kata Luthfi, salah seorang penanggung jawab data kurban dari panitia. Pada hari terakhir, tepat setelah pelaksanaan kurban selesai, panitia menggelar acara tasyakuran di Wisma Darussalam yang dihadiri Pimpinan Pondok, dewan guru dan sejumlah santri yang telah ditentukan. toms