Date:

Share:

Gontor Putri 1 Gelar Amaliyah Tadris Perdana

Related Articles

MANTINGAN — Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 menggelar Amaliyah Tadris perdana, Selasa (11/5) lalu. Amaliyah Tadris merupakan salah satu bentuk ujian akhir siswa kelas 6 Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Gontor dengan praktek mengajar terbimbing dan dievaluasi siswa kelas 6 lainnya. Oleh karena itu, seorang siswa kelas 6 yang akan melaksanakan Amaliyah Tadris haruslah mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam mengajar. Siswa kelas 6 yang tidak mengikuti dan melaksanakan Amaliyah Tadris tidak berhak mendapatkan predikat lulus dari KMI karena inilah salah satu inti pendidikan di Gontor. Alumni Gontor harus mampu mengajar di manapun mereka berada.

Amaliyah Tadris perdana yang dilaksanakan tiga siswi kelas 6 ini diikuti seluruh siswi kelas 6 KMI dari Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 dan 5. Jumlahnya mencapai 472 siswi dengan 433 siswi dari Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 yang terletak di Sambirejo, Mantingan, Ngawi dan 39 siswi dari Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 5 yang datang dari Bobosan, Kandangan, Kediri. Seluruh siswi kelas 6 yang ada terbagi dalam tiga kelompok besar untuk menempati tiga tempat pelaksanaan Amaliyah Tadris perdana.

Sementara itu, ketiga siswi yang terpilih sebagai pengajar pada Amaliyah Perdana kali ini adalah Andi Nur Farah Diba (6-C) dari Kendari, Azka Anisa (6-B) dari Padang dan Labibah (6-B) dari Sidoarjo. Masing-masing berturut-turut melaksanakan Amaliyah Tadris di Auditorium Gontor Putri 1, Aula Kuwait dan Aula Kairo. Pada saat mengajar, mereka diperhatikan seluruh siswi kelas 6 lainnya di tempat masing-masing yang siap memberikan evaluasi terhadap pelaksanaan Amaliyah Tadris pada waktu itu. Maka setelah praktek mengajar selesai, Amaliyah Tadris dilanjutkan dengan Darsu Naqd, yaitu pelajaran mengevaluasi dari proses mengajar yang berlangsung. Dari sinilah nampak bahwasanya Gontor memandang proses evaluasi sangatlah dibutuhkan untuk perkembangan mengajar dan peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran di Gontor sehingga menjadi lebih baik.

Diharapkan, Amaliyah Tadris yang dilaksanakan pada tahun terakhir belajar para santriwati ini dapat membekali mereka untuk mampu mengajar ketika terjun di masyarakat kelak. Maka, mengajar adalah wujud pengamalan ilmu yang telah mereka dapatkan selama belajar di Gontor.

Popular Articles