Bagian Ketrampilan OPPM Gontor 3 Gelar Art Show Reviewed by Momizat on . GURAH-"Al-Ma'hadu laa yanaamu Abadan". Pondok Modern Darussalam Gontor selalu bergerak dinamis dengan berbagai aktivitasnya yang mendidik. Demikian pula hal GURAH-"Al-Ma'hadu laa yanaamu Abadan". Pondok Modern Darussalam Gontor selalu bergerak dinamis dengan berbagai aktivitasnya yang mendidik. Demikian pula hal Rating:
You Are Here: Home » Berita » Bagian Ketrampilan OPPM Gontor 3 Gelar Art Show

Bagian Ketrampilan OPPM Gontor 3 Gelar Art Show

GURAH-“Al-Ma'hadu laa yanaamu Abadan”. Pondok Modern Darussalam Gontor selalu bergerak dinamis dengan berbagai aktivitasnya yang mendidik. Demikian pula halnya dengan cabang-cabangnya yang tersebar di seluruh Nusantara. Pondok Modern Gontor 3 “Darul Ma’rifat” di Sumbercangkring, Gurah, Kediri, menggelar acara Art and Handy Craft Show, Jum’at (20/11) lalu.

Bertempat di Balai Pertemuan Gontor 3,  acara ini dikoordinir Bagian Kesenian dan Keterampilan (Baketram) Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dari siswa kelas 4 Kulliyatul Mu'allimin-al-Islamiyyah (KMI). Seluruh santri Pondok Modern Gontor 3 menghadirinya untuk mendaftarkan diri pada salah satu klub yang sesuai dengan minat ataupun bakat terpendam yang mereka miliki.

Dalam kegiatan Art Show ini, semua klub dari berbagai bidang seni dan keterampilan seperti Persidama, Persada, Modest, Bengkel Setir (BS), Teater, Kaligrafi, Limit, Aklam dan Snama berpartisipasi meramaikan acara dengan penampilan-penampilan menghibur. Pertunjukan mereka juga dimaksudkan untuk menarik perhatian para santri sehingga hati mereka terbuka untuk mendaftar pada salah satu klub tersebut. Tak ayal, dengan ini banyak santri yang tadinya tidak mempunyai maksud untuk mengikuti salah satu klub, tiba-tiba antri mengikuti pendaftaran. Memang, keahlian anggota suatu klub mampu menjadi pesona tersendiri untuk merekrut anggota-anggota baru dalam kesempatan ini.

Di samping itu, acara ini diadakan untuk menumbuhkan kebanggaan dan rasa memiliki para santri terhadap klubnya masing-masing. Hal ini pun guna menghilangkan image seorang santri yang selama ini disebut-sebut hanya bisa mengaji kitab ‘kuning’, hanya bisa adzan, cuma jadi imam dll. Namun dengan ini, nampaklah bahwa seorang santri juga bisa berolahraga, bermain musik dan mempunyai suatu keterampilan untuk dijadikan bekal di masa depannya. Klub atau kursus-kursus ini juga berguna untuk meningkatkan life skill para santri serta mengarahkannya kepada hal-hal yang bermanfaat.