Alumni Emas 696 Gelar Reuni Akbar Reviewed by Momizat on . GONTOR — Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor angkatan 1996 berencana menggelar acara silaturrahim bertajuk “Reuni Akbar 15 Tahun Alumni Emas 696” selama tiga GONTOR — Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor angkatan 1996 berencana menggelar acara silaturrahim bertajuk “Reuni Akbar 15 Tahun Alumni Emas 696” selama tiga Rating:
You Are Here: Home » Berita » Alumni Emas 696 Gelar Reuni Akbar

Alumni Emas 696 Gelar Reuni Akbar

"Pendidikan"GONTOR — Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor angkatan 1996 berencana menggelar acara silaturrahim bertajuk “Reuni Akbar 15 Tahun Alumni Emas 696” selama tiga hari, Jum’at — Ahad, 1 — 3 Juli 2011 mendatang. Bertempat di Wisma Darussalam, para peserta akan bertatap muka dan bertukar cerita, mengenang masa-masa terindah selama menjalani kehidupan sebagai santri di Pondok Modern Darussalam Gontor.

Berbagai kegiatan telah diagendakan bagi para peserta agar kembali merasakan proses yang mereka alami pada 15 tahun silam. Menurut jadwal yang ada, setelah dibuka Pimpinan Pondok, Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A., Jum’at (1/7) malam, layaknya santri, para peserta reuni tersebut akan mendengarkan bersama-sama pembacaan tenko (peraturan tertulis-red) oleh panitia. Demikianlah, mereka akan merasa seakan-akan santri baru yang berada di tengah-tengah komunitas baru pada hari pertamanya. Berbagai peraturan yang dibacakan itulah awal pendidikan kedisiplinan di Pondok Modern Darussalam Gontor bagi kader-kader pemimpin umat masa depan.

Kemudian para peserta akan melakoni muhadatsah (percakapan bahasa Arab-red) di depan Wisma Darussalam. Inilah saat-saat tatkala mereka merasakan pentingnya Bahasa Arab dan Inggris sebagai media berdakwah. Kedua bahasa tersebut selalu membasahi lisan mereka dahulu kala, bahasa yang dinobatkan Gontor sebagai mahkota pondok, ‘Al-lughatu taju-l-ma’had’.

Tidak hanya itu, mereka juga telah merencanakan lari pagi bersama dari Wisma Darussalam ke Gedung Satelit. Setelah itu, mereka pun akan menuju makam Trimurti pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor. Rasanya, acara ini tidak sempurna jikalau tidak menyempatkan diri ke makam K.H. Ahmad Sahal, K.H. Zainuddin Fananie, dan K.H. Imam Zarkasyi. Berkat beliau bertigalah, mereka dapat bertemu dan saling mengenal di Gontor yang berdiri sejak tahun 1926 ini.

Selanjutnya, untuk memperdalam kesan yang ada, mereka akan mengadakan tajammu’ (makan bersama-sama dengan satu tempat makan-red). Agar lebih berkesan lagi, sambal dapur umum yang biasa disebut salathah matbakh ‘am akan menjadi salah satu menu mereka. Nampaknya, berbagai kegiatan yang akan dijalani selama acara ini berlangsung, menggambarkan kerinduan mereka yang mendalam terhadap suasana khas Pondok Modern Darussalam Gontor.

Pada acara penutupan, Sabtu (2/7) malam nanti, K.H. Hasan Abdullah Sahal akan diundang untuk melengkapi nostalgia bersama Pimpinan Pondok yang telah membina dan mendidik mereka bertahun-tahun lamanya, hingga akhirnya mereka berhasil dan berjuang di masyarakat. Seperti halnya orang tua, jasa-jasa Gontor seakan tak terbalaskan. Maka, berjasalah tapi jangan minta jasa. K.H. Hasan Abdullah Sahal mengatakan, “Tidak berbudi orang yang tidak tahu budi, tidak berbudi orang yang mengharapkan balas budi, dan tidak berbudi orang yang minta budi.” shah wa